Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bahasa Indonesia 12 - Menilai Karya Melalui Kritik dan Esai

 Mutiarapena.com - Pembelajaran kali ini membahas tentang kritik dan esai. Krtik yang dimaksud adalah kritik sastra atau krtik karya. Ketika kamu mendengar atau membaca kata "kritik" kira-kira apa yang terlintas di benak kalian? Tentu setiap orang akan berbeda-beda persepsinya. Kritik bukan menakuti orang, bukan pula menghina karya orang lain.

Bahasa Indonesia 12 - Menilai Karya Melalui Kritik dan Esai

Lalu apa itu kritik?

Widyamartaya dan Sudiati (2004 : 117) berpendapat 

Kritik sastra adalah melakukan pengamatan yang teliti, melakukan perbandingan yang tepat, dan melakukan pertimbangan yang adil terhadap baik-buruknya kualitas, nilai, kebenaran suatu karya sastra.

Pendapat umum

Kritik adalah penilaian terhadap suatu karya secara berimbang baik kelebihan maupun kekurangannya.

Menurut pendapat Romli Omi :

Kritik adalah menilai karya orang lain dengan cara yang sopan dan santun mengenai kelemahan karya sastra.

Setiap karya yang akan kamu kritikI harus dianalisis dulu objeknya, mulai dari cara membuatnya, goresannya, gambarnya dan sebagainya. Jika kamu mengkritik tentang musik, analisis dulu musiknya, nadanya, kunci gitarnya, volaknya dan sebagainya.

Apa itu esai? 

Ingat bukan soal esay ya hehe

Esai adalah suatu karangan prosa yang membahas permasalahan secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. 

Pengarang esai disebut esais. Esai biasanya berbentuk karangan, bersifat formal dan informal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. 

A. Membandingkan Kritik Sastra dan Esai

Perbandingan kritik dengan esai dari segi pandangan sebagai berikut:

Kritik

  1. Bersifat objektif disertai data dan alasan yang logis.
  2. Dalam memberikan penilaian sering kali menggunakan kajian teori yang sudah mapan.
  3. Pembahasan terhadap karya secara utuh dan menyeluruh.

Esai

  1. Bersifat subjektif, menurut pendapat pribadi penulis esai.
  2. Jarang atau tidak pernah mencantumkan kajian teori
  3. Objek atau fenomena yang dikaji tidak dibahas menyeluruh, tetapi hanya pada hal menarik menurut pandangan penulisnya. Meskipun demikian pembahasan secara utuh.
B. Menyusun Kritik dan Esai

Menyusun Kritik Sastra
  1. Sebelum mengkritik, kritikus harus sudah membaca, memahami dan mengamati karya yang akan dikritik.
  2. Seorang kritikus harus mempuni dibidang pengetahuan dan keilmuan tentang karya yang akan dikritiki.
  3. Seorang kritikus Wajib mengumpulkan data-data sebagai penunjang agar kritiknya bisa dipahami oleh pemikiran orag lain.
  4. Kritikus mengungkap kelemahan dan kelebihan karya sastra.
  5. Jika diperlukan, kritikus menggunakan mendukung penilaiannya.
Menyusun Pernyataan Esai terhadap Objek atau Peristiwa

Pada dasarnya esai mudah ditemukan dalam teks informasi, tapi kita tidak menyadari bahwa hal itu termasuk esai. Informasi dan peristiwa dikemas dalam bentuk yang menarik agar pembaca bisa menikmatinya dengan santai. Pengarang esai harus bisa mengemas peristiwa menjadi sodoran penyajian yang tidak menjenuhkan bagi para pembaca.

C. Menganalisis Sistematika dan Kebahasaan

Sistematika atau susunan teks esai dan kritik dilihat dari struktur teksnya. Strukturnya sama dengan struktur teks eksposisi atau pemaparan, bentunya argumen, pendapat dan penegasan ulang.

Kaidah kebahasaan teks kritik dan esai adalah :
(a) Banyak menggunakan pernyataan-pernyataan persuasif; 
(b) Banyak menggunakan pernyataan atau ungkapan 
yang bersifat menilai atau mengomentari; 
(c) banyak menggunakan istilah teknis berkaitan 
dengan topik yang dibahasnya; dan 
(d) banyak menggunakan kata kerja mental. 
Khusus untuk esai, penyajiannya menggunakan 
gaya bahasa yang subjektif.

Kesimpulan

Teks Kritik :
  1. Menilai kelemahan dan kelebihan
  2. Bersifat objektif
  3. Adanya data pendukung (Teori-teori, alasan logis, dan sinopsis karya)
Teks Esai : 
  1. Kajian fenomena atau peristiwa
  2. Bersifat subjektif
  3. Gaya gaya bahasa khas penulisnya
Semoga kalian bisa memahami materi tentang kritik dan esai serta bisa membedakannya dengan baik dan benar. Sumber materi ini dikutif dari buku bahasa indonesia kelas 12.

Kerjakan Tuganya ya

1. Apa yang dimaskud dengan kritik?
2. Apa yang dimaksud dengan esai?
3. Apa perbedaan kritik dengan esai?
4. Tuliskan Sistematika dan Kebahasaan kritik dan esai!

Kirimkan tugas japri ke WA pak Omi, saya tunggu sampai pukul 20.00, Jangan lupa photo kegiatan belajar kamu.

Romli Omi
Romli Omi Konten Kreator Blog dari Cianjur Selatan

Posting Komentar untuk "Bahasa Indonesia 12 - Menilai Karya Melalui Kritik dan Esai"