Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembelajaran Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Melalui Kegiatan Kesamaptaan di SMK Negeri 1 Pasirkuda

 Pembelajaran Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Melalui Kegiatan Kesamaptaan di SMK Negeri 1 Pasirkuda

Oleh : Deni Gusniman


A.   PENDAHULUAN

1.   Latar Belakang

Hampir seluruh wilayah di Indonesia, sesuai dengan kondisi geografisnya, termasuk daerah yang rawan dengan bencana alam. Mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, gunung meletus, kebakaran, kekeringan bahkan terdampak juga pandemi penyakit seperti sekarang ini. Begitu banyak dampak dan kerugian yang ditimbulkan mulai nyawa, harta dan kerugian materiil lainnya. Salah satu dampaknya sangat terasa pada bidang pendidikan peserta didik mengalami kesulitan baik secara mental psikologis maupun secara fisik. Bencana juga sering menimbulkan dampak berkepanjangan bagi anak-anak. Hancurnya infrastruktur pendidikan akibat bencana menyebabkan anak-anak sekolah kehilangan kesempatan untuk mengikuti kegiatan pendidikan. Kegiatan pendidikan diselenggarakan dengan kondisi darurat.

Dalam banyak pristiwa bencana, kondisi ini berlangsung dalam waktu lama. Situasi ini jelas kurang menguntungkan bagi anak-anak yang harus belajar dengan fasilitas yang serba terbatas, yang pada akhirnya proses belajar mengajar tidak bisa berlangsung secara optimal. Dampak ini diamini oleh para ahli dengan hasil observasi dan penelitian terdahulu menyatakan bahwa ‘Kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana masih rendah.’

Melihat dampak yang dihasilkan begitu luar biasa, terutama di bidang pendidikan. Sudah semestinya diperlukan pengenalan dan pembelajaran kesiapsiagaan terhadap bencana (disaster preparedness). Dari mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai tingkat menengah atas siswa harus sudah dibekali oleh  pengetahuan tentang mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Untuk itu penulis tertarik untuk membahas tema : Pembelajaran Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Melalui Kegiatan Kesamaptaan di SMK Negeri 1 Pasirkuda.

 

2.   Rumusan Masalah

Diagnosis masalah mengerucut kepada program pembelajaran mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dengan melakukan kegiatan Kesamaptaan. Setelah berdiskusi dengan segenap stokeholder sekolah berikut rumusan permasalahan yang didapat :

a.    Bagaimana kaitan dan hubungan antara kegiatan kesamaptaan di sekolah dengan pembelajaran mitigasi serta kesiapsiagaan terhadap bencana?

b.    Bagaimana proses pelaksanaan kegiatan kesamaptaan yang dikolaborasikan dengan pembelajaran dan kesiapsiagaan bencana?

c.    Bagaimana hasil dari pembelajaran mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang dikolaborasikan dengan kegiatan kesamaptaan di SMK Negeri 1 Pasirkuda?

 

3.   Tujuan dan Manfaat

a.    Tujuan

Beberapa tujuan yang ingin dicapai melalui pembelajaran mitigasi dan kesiapsiagaan bencana melalui program kesamaptaan ini di antaranya agar :

-       Terciptanya pribadi siswa yang tangguh, disiplin dan siap menghadapi situasi apapun.

-       Meningkatnya kesadaran siswa terhadap upaya identifikasi serta mampu membantu  menjadi solusi ketika bencana yang terjadi.

-       Bisa menjadi media penyampai kepada masyarakat sekitar mengenai pemahaman mitigasi serta kesiapsiagaan bencana.

b.    Manfaat

Penulis berkeyakinan banyak manfaat yang akan didapat oleh siswa dalam pembelajaran mitigasi dan kesiapsiagaan bencana melalui program kesamaptaan ini. Di antaranya :

-       Bertambahnya wawasan mengenai penanggulangan bencana.

-       Kemampuan dan pemahamannya tentang mitigasi serta kesiapsiagaan bencana akan ditularkan kepada yang lain.

-       Terlaksananya program pemerintah mengenai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

 


B.   TINJAUAN PUSTAKA

1.   Kajian Teoritis

a.    Bencana

Menurut BNPB bencana ialah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam atau mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam, nonalam bahkan oleh manusia sehingga menyebabkan timbulnya korban dan kerugian baik materiil atau psikologis.

Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 mengklasifikasikan menjadi bencana alam, bencana nonalam dan bencana sosial.

-       Bencana alam

Bencana alam merupakan bencana yang ditimbulkan/diakibatkan oleh alam (Faktor alam). Seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus dan sebagainya.

-       Bencana nonalam

Bencana ini diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam seperti teknologi yang gagal, epidemi dan pandemi penyakit Covid-19 yang sekarang terjadi, termasuk ke jenis ini.

-       Bencana sosial

Bencana sosial yang menjadi faktor penyebabnya adalah manusia sebagai makhluk sosial. Bencana yang ditimbulkan oleh manusia di antaranya peperangan, kerusuhan sosial, sabotase, aksi teror dan semacamnya.

 

b.    Mitigasi dan kesiapsiagaan bencana

1.    Mitigasi Bencana

Menurut KBBI mitigasi mempunyai dua makna yaitu : 1) Menjadi berkurang kekasaran atau kesuburanya (tentang tanah dan sebagainya); 2)Tindakan mengurangi dampak bencana. Dalam pembahasan kali ini penulis mengambil makna ke dua.

Secara istilah menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang tertuang dalam PP No. 21 tahun 2008 (pasal 1 ayat 6) mitigasi merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Berikut beberapa tujuan dari mitigasi bencana :

-       Mengurangi dampak yang ditimbulkan khususnya penduduk

-       Sebagai pedoman/ landasan untuk perencanaan pembangunan

-       Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi dan mengurangi resiko/dampak bencana, sehingga masyarakat bisa hidup tenang dan aman.

Adapun beberapa contoh kegiatan mitigasi bencana di antaranya :

1)    Pengenalan dan pemantauan resiko bencana

2)    Perencanaan penanggulangan bencana

3)    Pengembangan budaya sadar bencana

4)    Penerapan upaya fisik dan nonfisik dalam penanggulangan bencana

5)    Identifikasi dan pengenalan terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana

6)    Pengelolaan terhadap sumberdaya alam

7)    Pemantauan terhadap penggunaan teknologi tinggi

8)    Pengawasan terhadap pelaksanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan hidup.

Menurut siklus waktunya, kegiatan penanganan bencana dapat dibagi menjadi empat tahap kegiatan. Yaitu :

a.    Kegiatan sebelum bencana terjadi (mitigasi)

b.    Kegiatan saat bencana terjadi (evakuasi dan perlindungan)

c.    Kegiatan tepat ketika bencana terjadi (Pencarian dan penyelamatan)

d.    Kegiatan pasca bencana (pemulihan /penyembuhan dan perbaikan).

 

2.    Kesiapsiagaan Bencana

Definisi kesiapsiagaan yang terkandung UU No.24 Tahun 2007 merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah-langkah yang tepat guna dan berdaya guna.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo mengatakan kesiapsiagaan merupakan salah satu faktor penting bagi masyarakat dalam menghadapi bencana, untuk mengurangi terjadinya korban. Masyarakat dituntut waspada terhadap ancaman yang bisa terjadi di daerahnya dan perlu mempelajari apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana. Tak lupa juga beliau menambahkan tentang pentingnya penanaman vegetasi. “Menjaga alam dengan cara menanam kembali pohon-pohon juga dapat mengurangi akibat dari bencana, jika terjadi tsunami pohon-pohon dapat mengurangi derasnya ombak, tebing-tebing yang ditanami pohon tertentu juga akan mencegah terjadinya longsor.” Begitu tandasnya.

 

c.    Kesamaptaan

Kesamaptaan berasal dari bahasa sansekerta (Samapta) yang berarti siap (Ready) atau Persiapan (Prepared). Kesamaptaan bisa diartikan sebagai latihan atau tes kesiapan baik fisik/jasmani dan nonfisik/rohani dalam menghadapi sesuatu tugas yang mempunyai tanggungjawab besar, siap menghadapi segala situasi yang akan terjadi. Misalnya ketika kita ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau ketika uji seleksi masuk Akabri/Taruna Polisi.

Dewasa ini kesamaptaan banyak diadaftasi menjadi sebuah ritual yang wajib oleh banyak instansi baik negeri atau swasta yang akan menjaring tenaga kerja. Bahan masuk ke ranah pendidikan terutama di perguruan tinggi.

Secara fungsi kesamaptaan berguna dalam segala hal baik itu dalam memberikan pertolongan, bantuan, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan bersifat preventif yang membutuhkan keahlian dan kemampuan seseorang yang lebih dalam mengerjakan/melakukannya. Adapun manfaat dari kesamaptaan di antaranya :

-       Meningkatkan kepercayaan diri

-       Timbulnya kesiapan dalam menghadapi segala situasi

-       Terjalinnya komunikasi sosial yang serasi

-       Meningkatnya derajat kesehatan fisik dan batin

-       Tumbuhnya kebijaksanaan dan kewibawaan

Secara umum ada lima item yang diukur dalam tes kesamaptaan jasmani, yaitu :

1)    Lari selama 12 menit.

2)    Pull up (Pria) dan Chinning (Wanita).

3)    Sit up.

4)    Push up.

5)    Shuttle run (Lari membentuk angka 8)

 

2.   Kerangka Pemikiran

Dengan melihat kajian teori tentang bencana, mitigasi serta kesiapsiagaan bencana yang diakhiri dengan penjelasan kesamaptaan. Maka penulis mengambil benang merah dan ada keterkaitan dari seluruh poin tersebut. Keterkaitan ini akan penulis eksplore dalam program pembelajaran mitigasi dan kesiapsiagaan bencana melalui kegiatan kesamaptaan yang diterapkan di SMK Negeri 1 Pasirkuda sejak 2014 meski dengan tujuan awalnya hanya sebatas peningkatan kesehatan jasmani dan kedisiplinan saja. Namun seiring waktu disadari bahwa ternyata dampak dari kegiatan kesamaptaan itu begitu terasa bahkan sampai siswa menjadi alumni dan terjun di dunia kerja.

Selanjutnya penulis menyadari bahwa dengan timbulnya program pemerintah mengenai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) serta bermunculan model-model pembelajaran yang mengintegrasikan pengenalan dan pelatihan mitigasi serta kesiapsiagaan bencana di berbagai bidang dan instansi yang dipelopori oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta ditindaklanjuti oleh BPBD masing-masing wilayah. Namun ternyata masih belum cukup untuk menyadarkan masyarakat untuk siap menghadapi bencana ini dibuktikan dengan selalu banyaknya timbul korban dalam setiap bencana.

Untuk itu penulis mencoba berinisatif dan berinovasi untuk mengkolaborasikan program SPAB ini dengan program atau kegiatan lainnya yang memiliki tujuan seirama seperti kesamaptaan. Kebetulan kegiatan ini sudah berjalan di sekolah tugas penulis yaitu SMK Negeri 1 Pasirkuda.

 

3.   Hipotesis

Dengan melihat berbagai hal, maka penulis akan mengajukan hipotesis  terkait kolaborasi program pembelajaran mitigasi dan kesiapsiagaan bencana melalui kegiatan kesamaptaan ini yaitu : Akan tercipta sebuah metode baru penyampaian ke masyarakat sejak dini mereka sudah sadar akan pentingnya pengetahun mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.


C.   PEMBAHASAN MASALAH

1.   Fakta dan Opini yang Relevan

Kegiatan kesamaptaan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Pasirkuda pada setiap hari sabtu, dan diikuti oleh para program keahlian Teknik Produksi Hasil Hutan, kegiatan ini dimulai kurang lebih pada tahun 2014. Dari kegiatan ini diharapkan siswa dapat meningkatkan rasa kedisipinan, kebersamaan dan sikap siap siaga serta menjaga kesehatan jasmaninya. Kegiatan kesamaptaan ini dirasa sejalan dan setujuan dengan pembelajaran Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana. Karena dalam kegiatan kesamaptaan dan kegiatan pembelajaran Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana memiliki kaitan di antaranya:

·         Membutuhkan fisik yang sehat dan kuat.

Kegiatan kesamaptaan di SMKN 1 Pasirkuda salah satu kegiatannya adalah latihan fisik berupa senam sehat, lari, push up dan shit up, dari kegiatan ini siswa akan mendapatkan fisik yang sehat dan kuat. Fisik yang sehat dan kuat merupakan salah satu aspek penting dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dikarena disaat terjadi bencana diperlukan fisik yang sehat dan kuat untuk penanggulangan bencana.

·         Memerlukan sikap siap, siaga dan cepat tanggap.

Kegiatan kesamaptaan dimaksudkan agar siswa memiliki sikap siap, siaga dan cepat tanggap melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan disekolah setiap pertemuannya. Begitu juga dengan kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana juga memerlukan sikap siap, siaga dan cepat tanggap. Hal ini dikarenakan dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana intinya adalah berjuang melawan waktu. Semakin cepat suatu bencana dikendalikan maka semakin sedikit dampak atau efek bencana yang akan kita rasakan.

·         Memerlukan sikap peduli, tolong menolong dan kebersamaan (team work).

Dalam kegiatan kesamaptaan tedapat slogan “satu untuk semua, dan semua untuk satu”. Artinya jika ada seorang dalam grup/tim yang tidak dapat menyelesaikan tugas maka yang akan mendapat sanksi adalah keselutuhan tim tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk melatihan sikap kepedulian, tolong menolong dan kebersamaan. Dengan adanya slogan tersebut, siswa akan termotivasi untuk membantu rekannya yang mengalami kesulitan dalam penyelesaian tugas. Sikap peduli, tolong menolong dan kebersamaan (team work) juga sangat diperlukan dan dibutuhkan dalam kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

·         Membutuhkan mental yang sehat

Dalam kegiatan kesamaptaan dimaksudkan untuk menumbuh kembangkan kesehatan mental peserta didik melalui kegiatan kegiatan yang dilaksanakan di sekolah setiap hari sabtunya. Beberapa kegiatan untuk menjaga kesehatan mental yang dilaksanakan di sekolah yaitu adanya sesi:

1.    Katakan hal positif pada diri sendiri

2.    Menulis hal-hal yang patut disyukuri

3.    Terbuka pada seseorang dan

4.    Lakukan sesuatu untuk orang lain.

Dari sesi-sesi tersebut siswa diharapkan mampu memiliki jiwa atau mental yang sehat. Jiwa atau mental yang sehat juga dibutuhkan dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana untuk mengurangi atau meminimalisir jumlah korban dan dampak jika terjadi bencana.

2.   Prosedur Pelaksanaan

a.    Sejarah Kegiatan Kesamaptaan di SMK Negeri 1 Pasirkuda

Kegiatan kesamaptaan yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Pasirkuda pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 satu tahun setelah SMK Negeri 1 Pasirkuda diresmikan menjadi sekolah negeri. Pelopor pelaksanaan kesamaptaan yaitu Bapak Dindin Hermawan, S.Pd. beliau beralasan karena waktu itu kebetulan jurusan yang pertama di SMK Negeri 1 Pasirkuda adalah Jurusan Kehutanan; Teknik Pengolahan Hasil Hutan (TPHH). Jurusan ini menitik beratkan kepedulian terhadap lingkungan dan alam serta dibutuhkan pribadi yang tangguh dan berjiwa peduli lingkungan. Melihat hal tersebut maka dilaksanakan ekstrakurikuler kesamaptaan untuk menambah motivasi serta meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani peserta didik di SMK Negeri 1 Pasirkuda. Adapun tujuan awal dilaksanakan kegiatan kesamaptaan ini adalah untuk membentuk anak-anak berkarakter dan berjiwa rimbawan sejati serta mempunyai jiwa kepemimpinan yang khas. Namun seiring berjalan waktu dengan melihat kerberhasilan kegiatan tersebut maka, perlahan tujuan mengalami penambahan terutama setelah melihat berbagai kondisi negara kita sekarang ini. Begitu rentan dengan bencana, hampir setiap pekan ada berita mengenai bencana. Setelah melalui diskusi dan musyawarah bersama seluruh stokehoder sekolah. Ada penambahan materi pembelajaran dalam kesamaptaan yaitu mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana sesuai dengan program pemerintah yaitu Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).


b.    Sasaran Peserta

Sasaran peserta kegiatan kesamaptaan untuk sementara ini masih bersipat satu jurusan. Jadi seluruh siswa jurusan kehutanan otomatis menjadi anggota/peserta. Meskipun tidak menutup kemungkinan menerima peserta dari jurusan lain. Berikut jumlah peserta kegiatan kesamaptaan untuk tahun pelajaran 2020-2021 :

 

Tabel 1.1

Data Peserta Kesamaptaan SMK Negeri 1 Pasirkuda

Tahun Pelajaran 2020 – 2021

 

No.

Nomor Induk

Nama Siswa

L/

P

Kelas/

Jurusan

Ket.

1

181910001

Abdul M. Farid

L

XII TPHH

 

2

181910003

Adit Suherlan

L

XII TPHH

 

3

181910004

Aris

L

XII TPHH

 

4

181910005

Atep Sutiono

L

XII TPHH

 

5

181910006

Dandi Hamdani P.

L

XII TPHH

 

6

181910007

Dede Jaelani

L

XII TPHH

 

7

181910008

Dede Nurahmad R.

L

XII TPHH

 

8

181910075

Hani

P

XII TPHH

 

9

181910009

Indra Brugman

L

XII TPHH

 

10

181910010

Lisa Aprilia Dewi R

P

XII TPHH

 

11

181910011

M. Agung Nugraha

L

XII TPHH

 

12

181910012

Muhamad Rijal S.

L

XII TPHH

 

13

181910013

Muhamad Salman

L

XII TPHH

 

14

181910015

Nenden Tini S.

P

XII TPHH

 

15

181910016

Nurhalimah

P

XII TPHH

 

16

181910017

Ridzwan Firdaus

L

XII TPHH

 

17

181910018

Rohendi

L

XII TPHH

 

18

181910078

Sahrul Latip

L

XII TPHH

 

19

181910019

Sandi Hadiansah

L

XII TPHH

 

20

181910020

Teguh Riyanto

L

XII TPHH

 

21

181910021

Widi Asti Lestari

P

XII TPHH

 

22

181910022

Widiyanti

P

XII TPHH

 

23

181910023

Yusi Febrianti

P

XII TPHH

 

24

192010001

Abdul Muhsin

L

XI TPHH

 

25

192010002

Agung Gumelar

L

XI TPHH

 

26

192010003

Ahmad Rusiman

L

XI TPHH

 

27

192010004

Andriansyah

L

XI TPHH

 

28

192010005

Danda Sukmawan

L

XI TPHH

 

29

192010065

Fiqri Akbar Hakim

L

XI TPHH

 

30

192010006

Neng Leni

P

XI TPHH

 

31

192010067

Nurizki

P

XI TPHH

 

32

192010009

Rusdiana

L

XI TPHH

 

33

192010010

Sandika Ardiansah

L

XI TPHH

 

34

192010011

Siti Rohmah

P

XI TPHH

 

35

192010012

Supian A. Permana

L

XI TPHH

 

36

192010045

Yuli Yulyanti

P

XI TPHH

 

37

192010013

Zainun Hamimah

P

XI TPHH

 

38

202110001

A. Maijul Manar

L

XI TPHH

 

39

202110002

Abdul Rohman

L

X TPHH

 

40

202110003

Ade M Fikri

L

X TPHH

 

41

202110004

Agus Saepuloh

L

X TPHH

 

42

202110005

Ahmad Aripin

L

X TPHH

 

43

202110006

Andriansyah

L

X TPHH

 

44

202110007

Cecep

L

X TPHH

 

45

202110008

Cecep Suhendi

L

X TPHH

 

46

202110009

Deden Koswara

L

X TPHH

 

47

202110010

Dewi Utara

P

X TPHH

 

48

202110011

Dewi Utari

P

X TPHH

 

49

202110012

Dikdik Supriatna

L

X TPHH

 

50

202110013

Dini Yuningsih

P

X TPHH

 

51

202110014

Hermawan

L

X TPHH

 

52

202110015

Irfan Pirmansyah

L

X TPHH

 

53

202110016

Kevin Apendi

L

X TPHH

 

54

202110017

M. Iksan. Pajar N

L

X TPHH

 

55

202110018

M. Nasrulah

L

X TPHH

 

56

202110019

Mirna Rosmiati

P

X TPHH

 

57

202110020

Nasar

L

X TPHH

 

58

202110021

Nurdin A. Mutalib

L

X TPHH

 

59

202110022

Rania M. Rahayu

P

X TPHH

 

60

202110023

Rendi Purnama P

L

X TPHH

 

61

202110024

Silvi Nuraeni

P

X TPHH

 

62

202110025

Sintiya S.P

P

X TPHH

 

63

202110026

Siti Komariah

P

X TPHH

 

64

202110027

Sutiawan

L

X TPHH

 

65

202110028

Tesa Agustin

P

X TPHH

 

66

202110029

Uli Uliyani

P

X TPHH

 

67

202110030

Winda Ningsih

P

X TPHH

 

68

202110031

Yusep Saepuloh

L

X TPHH

 

JUMLAH

68 orang siswa

 

c.    Jadwal/Agenda kegiatan

Waktu pelaksanaan kegiatan kesamaptaan adalah setiap hari Sabtu Pagi dari pukul 08.00 sampai pukul 11.00. Adapun rincian agenda hariannya sebagai berikut :

                  Tabel 1.2

JADWAL KEGIATAN

KESAMAPTAAN DI SMK NEGERI 1 PASIRKUDA

Tahun Pelajaran 2020 / 2021

 

No

Bulan

Jenis Kegiatan

Uraian Kegiatan

Hasil Yang Diharapkan

Minggu Ke

Ket

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

6

7

1.

Juli

Pengenalan Kesamaptaan bagi peserta baru

Pendataan peserta baru

Pengenalan materi kesamaptaan

Latihan fisik dasar.

 

Terdatanya jumlah peserta baru

Peserta baru memahami materi yang akan dilaksanakan dalam kesamaptaan

Meningkatnya kondisi fisik peserta baru dan lama

 

 

 

2.

Agustus

Latihan Dasar kesamaptaan

Penyampaian tata tertib selama mengikuti kegiatan kesamaptaan

Tes kemampuan fisik dan psikologis

Penyampaian tujuan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana

Peserta didik memahami dan melaksanakan segala peraturan

Adanya evaluasi peserta yang merasa kurang bagus hasil tesnya

Peserta memahami tahap awal tentang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana

 

 

3.

September

Pelaksanaan latihan simulasi mitigasi bencana dan kesiapsiagaan bencana

Pembagian kelompok peserta sesuai tema materi

Setiap kelompok berlatih simulasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana

Pembimbingan mengawasi kegiatan simulasi

Adanya kerjasama antar tim/kelompok

Tertanamnya oribadi peserta yang siap menghadapi situasi apapun

Pelaksanaan simulasi yang lancar dan aman

 

 

4.

Oktober

Bakti sosial

Peserta dan pembimbing mendata kebutuhan dalam kegiatan bakti sosial

Melakukan bakti sosial berupa pembagian masker dan sembako

Terciptanya rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama apalgi yang membutuhkan

Tertanamnya jiwa saling tolong-menolong

 

 

 

5.

Nopember

Kegiatan penanaman pohon

Sebagai antisipasi bencana longsor

Peserta menyiapkan berbagai jenis bibit pohon yang akan ditanam

Melakukan penanam pohon ditempat yang telah disepakati

Tertanamnya jiwa peduli terhadap lingkungan

Sadar akan pentingnya mencegah terjadinya bencana melalui penghijauan

 

 

6

Desember

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7.

Januari

Kegiatan latihan fisik dan mental

Peserta melakukan olah fisik di lapangan

Peserta menerima materi berupa motivasi dan dorongan semangat dari pembimbing

Tumbuhnya generasi sehat dan kuat baik jasmani dan rohani

Timbulnya semangat juang dan motivasi lebih baik lagi

 

 

8

Februari

Mengidentifikasi daerah dari ancaman bencana

Peserta dibagi menjadi beberapa tim

Setiap tim mendata potensi ancaman bencana di daerahnya masing-masing

Setiap menyiapkan rancangan penanggulangan bencana yang berpotensi terjadi

Timbulnya kerjasama antar anggota dan antar tim

Munculnya rasa peduli terhadap lingkungan sekitar khususnya daerah peserta sendiri

Setiap pserta mampu memetakan daerah potensi bencana

Meningkatnya kemampuan merancang penanggulangan potensi bencana

 

 

9.

Maret

Melakukan simulasi penanganan bencana

Setiap peserta dibagi tim

Setiap tim menyusun rencana penanganan bencana yang terjadi

Setiap peserta melaksanakan simulasi penanganan bencana

Timbulnya sikap gotongroyong dan semangat kebersamaan

Menigkatnya sikap kritis dan cepat tanggap

Terampilnya kemampuan peserta dalam membantu menangani bencana yang terjadi

 

 

 

10.

April

Latihan fisik dan mental

Setiap peserta kecuali kelas XII melakukan latihan fisik dilanjutkan dengan pelatihan psikologis oleh pembimbing

Semakin meningkatnya fisik, stamina serta mental peserta

 

 

 

 

11

Mei

Kemping bersama di alam

Setiap peserta dibuat kelompok

Setiap tim mempersiapkan perbekalan untuk menginap/berkemah

Peserta melakukan perjalanan dan berkemah satu malam di alam bebas

Tumbuhnya semangat peserta didik dalam belajar

Menjadi pribadi yang mencintai alam dan lingkungan

Meningkatnya rasa peduli terhadap kelestarian alam

 

 

 

 

12

Juni

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.   Hambatan-hambatan

Dalam pelaksanaan “Pembelajaran Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Melalui Kegiatan Kesamaptaan di SMK Negeri 1 Pasirkuda” tentunya ditemukan beberapa kendala atau hambatan dalam pelaksanaanya, diantaranya yaitu

·         Jaringan listrik yang masih bermasalah.

Jaringan listrik di daerah sekolah berdiri terbilang masih belum maksimal. Hal ini dikarenakan banyaknya pohon tumbang mengenai kabel listrik ketika hujan turun, hal ini menyebabkan terjadinya pemadaman listrik.

·         Keterbasan dana, mengingat SMKN 1 Pasirkuda dapat disebut sebagai sekolah yang masih merintis hal ini terlihat dari jumlah peserta didik yang masih sedkit, dikarenakan faktor tersebut itulah yang menyebabkan jumlah bantauan dana yang turun dari pemerintahpun juga sedikit, jumlah siswa berbanding lurus dengan jumlah bantuan yang didapat dari pemerintah. Semakin banyak peserta didik maka semakin banyak pula jumlah bantuan yang akan diterima, begitu pula sebaliknya jika jumlah peserta didik sedikit maka jumlah bantuan dana juga semakin sedikit.

·         Kegiatan terhambat dikarenakan adanya wabah covid 19

Sebelum wabah covid 19 menyerang, kegiatan kesampataan ini rutin dilaksanakan 1 kali dalam 1 minggu, yaitu tepatnya pada hari sabtu. Dikarenakan kegiatan kesamaptanaan merupakan kegiatan tatap muka dan melibatkan banyak orang, hal ini tidak sejalan dengan aturan pemerintah tentang pelarangan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Hal ini menyebabkan pelaksanaan kegiatan menjadi terhambat.

·         Kurangnya buku atau bahan bacaan tentang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana

SMK Negeri 1 Pasirkuda belum memiliki buku atau sumber bacaan yang memadai, apalagi sumber bacaan tentang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Hal ini dikarenakan sebelumnya belum pernah dilaksanakan kegiatan tentang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

·         Sulit untuk menjelaskan situasi mitigasi bencana melihat daerah tempat sekolah berdiri jauh dari bencana alam seperti, kebakaran, tsunami, banjir dan lain sebagainya.

·         Guru belum pernah mengikuti pelatihan tentang mitigasi bencana sehingga guru kurang memahami cara menciptakan situsasi untuk pembelajaran mitigasi dan kesiapsiagaan agar lebih menarik dan lebih mudah dipahami oleh perserta didik.

 

4.   Penyelesaian/Solusi

Untuk meminimalisir dampak akibat hambatan-hambatan yang terjadi selama proses Pembelajaran Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Melalui Kegiatan Kesamaptaan di SMK Negeri 1 Pasirkuda, maka langkah-langkah yang dilakukan antara lain:

·         Menggunakan genset ketika terjadi pemadalam listrik

·         Meminimalisir belanja kebutuhan dikarenakan dana yang tersedia terbatas

·         Dikarenakan adanya keterbatasan dana dan kurangnya bahan bacaan, maka diakali dengan mencari sumber bacaan bisa berupa modul pelatihan  di internert yang dapat diakses secara gratis, kemudian diprint dan dijilid kemudian dibagikan kepada peserta didik.

·         Dikarenakan lokasi sekolah berdiri jauh dari bencana alam, maka digunakan media pembelajaran berupa media audio visual untuk menjelaskan mitigasi bencana.

·         Wabah covid 19 yang melanda negara ini mulai dari bulan februari hingga hari ini membuat kehidupan sehari-hari tidak berjalan normal seperti biasanya, salah satunya yang paling berdampak adalah ditutupnya sekolah. Hal ini menyebabkan kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan seperti sebelum-sebelumnya. Untuk mensiasati hal tersebut, kegiatan pembelajaran mitigasi dan kesiapsiagaan melalui kegiatan kesamaptaan dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan dan juga dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh atau daring.


D.   PENUTUP

1.   Kesimpulan

Dari pelaksanaan program pembelajaran mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang dilaksanakan melalui kegiatan kesamaptaan di SMK Negeri 1 Pasirkuda selama beberapa tahun ini. Penulis mendapat beberapa hal yang sekiranya bisa diterapkan bahkan berguna bagi sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Beberapa hal tersebut di antaranya :

a.    Program pemerintah mengenai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) langkah yang baik dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman dan penanggulangan bencana.

b.    Agar program ini tidak sia-sia, maka sudah sepatutnya didukung seluruh pihak dan seluruh lapisan baik di instansi atau lingkungan masyarakat.

c.    Pelaksanaan program SPAB bisa diterapkan dalam segala aspek kegiatan terutama di lembaga pendidikan.

d.    Salah satu kegiatan yang bisa diintegrasikan program SPAB selain pembelajaran di kelas adalah ekstrakurikuler, misal Pramuka, PMR, Paskibra, pecinta alam dan lain-lain.

e.    Di SMK Negeri 1 Pasirkuda program SPAB diintegrasikan dalam kegiatan Kesamaptaan, yaitu kegiatan rutin mingguan siswa jurusan Kehutanan (TPHH) yang sudah dilaksanakan dari 2014 sampai sekarang.

f.     Setelah pelaksanaan kolaborasi program ini selama satu tahun pelaksanaan, dapat diambil kesimpulan bahwa kedua program kegiatan ini bisa saling berkaitan dan saling melengkapi.

g.    Dengan adanya kolaborasi ini lebih banyak keuntungan yang didapat, di antaranya penggunaan anggaran yang minim, simulasi lebih nyata dibanding pembelajaran dalam kelas. Lebih berdampak secara kesadaran siswa terhadap tanggap bencana.

h.    Untuk itu penulis merekomendasikan dengan berbagai kelebihan program ini. Ada kemungkinan tepat dan sesuai apabila diterapkan di sekolah/instansi lain.

 

2.   Saran

Melihat berbagai tantangan yang begitu meningkat ke depannya. Maka penulis mengajukan beberapa saran untuk perkembangan selanjutnya :

a.    Program SPAB yang digalakkan pemerintah harus didukung penuh oleh semua pihak.

b.  Program ini sebaiknya dilaksanakan secara satuanatis dan berkesinambungan. Jangan sampai ini hanya situasional  atau insidental saja.

c.    Tindak lanjut dengan prinsip keberlanjutan (Nexk Level ). Harus disiapkan oleh pemerintah agar program ini tidak berhenti di tengah jalan.

d. Alangkah lebih bagus apabila program ini dikemas dalam bentuk lebih rinci dan menyeluruh. Sehingga semua instansi pendidikan melaksanakan dengan sepenuhnya.

e.    Karena masih banyak kendala yang didapatkan, maka evaluasi dan perbaikan perlu terus dilakukan demi peningkatan program.

f.    Fokus dari program ini adalah pemahaman dan kesadaran masyarakat pada umumnya yang siap dan sigap mengantisipasi dan menanggulangi bencana. Maka tidak ada salah apabila penyuluhan dan pelatihan dilakukan secara intens dan menyeluruh.

g.    Pemerintah harus siap mendukung penuh terlaksananya program ini. Meliputi peneydiaan fasilitas, sarana, pendanaan dan hal lainnya.

 

DAFTAR RUJUKAN

A, Sahrian Dkk.2019. Model Pembelajaran Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi Di Sekolah Dasar.Nusa Tenggara Barat: FPMIPA Universitas Mataram.

Dahar, R.W. 1986. Interaksi Belajar Mengajar IPA. Jakarta: UT.

Diposaptono S. 2005. Tsunami Mitigation Technology. Jakarta: Republic of Indonesia Maritime and Fisheries Agency Tsunami Mitigation Training Material.

Mulyono Abdulrahman (2003).Landasan Pendidikan Sekolah rawan bencana dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan LPTK. Makalah disajikan dalam pelatihan penulisan buku ajar bagi dosen jurusan PLB yang diselenggarakan oleh Ditjen Dikti. Yogyakarta, 26 Agustus 2002.

Sugiyono. 2013. Qualitative Quantitative Research Methods and R & D. Bandung: Alfabeta.

Suprapto S. 2002. Flood Disaster, Material for Disaster Power Training. Yogyakarta : PSBA UGM.

Suyoso, Dkk.2009. Model Kesiapsiagaan Bencana (Disaster Preparedness) Dalam Bentuk Pembelajaran Sekolah Darurat Dengan Pendekatan Fun Learning Menggunakan Media Pembelajaran Dari Limbah Rumah Tangga Untuk Penanganan Pendidikan Di Daerah Pasca Bencana.Yogyakarta: Fakultas MIPA UNY.

Romli Omi
Romli Omi Konten Kreator Blog dari Cianjur Selatan

Posting Komentar untuk "Pembelajaran Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Melalui Kegiatan Kesamaptaan di SMK Negeri 1 Pasirkuda"